Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2024

MELEPASMU DENGAN SUMPAH

Gambar
 Aku hanyalah seorang pemuja  Yang mengharapkan cinta terbalas dengan semestinya Tanpa ada yang berbeda  Pun tanpa belas kasihan semata Tapi seiring waktu kusadari bahwa ini hanya  Sebatas ekspetasi belaka Yang tak bisa kugapai dengan nyata Bahkan disetiap detiknya  Tak kutemui makna hakikatnya Tidakkah kau ingat canda tawa yang kau beri malam itu Tidakkah kau ingat pertemuan ibu kala itu Kuakui permainanmu sungguh cantik  Hingga mampu membuatku Merintih lirih dalam bilik Lanjutkan saja! Namun aku tak sanggup menahan wahai tuhan Jika ia menghendaki karma yang kelak akan  Di teguk berupa penderitaan Hingga ia mati dalam kekalutan, Sedangkan aku menabur ingatan kelam di pemakaman Pergilah! Raih segala keinginanmu; Juga bahagiamu  Ku temui dalam hatimu ada hatinya Ku sadari bahkan kau tak MENGHARGAI permohonan maafku Kau bilang kita baik baik saja  Siapa sangka kau menghindarinya Aku tak akan mengganggu Sebab pada setiap putaran waktu bersamamu...

Tahlilan bid’ah atau tidak ?

Gambar
Banyak orang yang anti tahlilan memakai sebuah kutipan fatwa dari kitab I’anatut Thalibin sebagai salah satu senjata andalan untuk menyerang amaliyah orang Indonesia yang mayoritas Syafi’iyah. Kitab tersebut adalah salah satu rujukan kaum santri Syafi’iyah untuk memecahkan berbagai masalah fikih keseharian mereka. Tentu saja bila kitab tersebut dijadikan senjata, maka diharapkan banyak santri yang bisa gentar. Kutipan anti tahlilan yang dimaksud adalah teks berikut: إعانة الطالبين على حل ألفاظ فتح المعين (2/ 165) نعم، ما يفعله الناس من الاجتماع عند أهل الميت وصنع الطعام، من البدع المنكرة التي يثاب على منعها “Ya, apa yang dikerjakan orang, yaitu berkumpul di rumah keluarga mayit dan dihidangkannya makanan untuk itu, adalah termasuk Bid’ah yang nungkar, yang bagi orang yang melarangnya akan diberi pahala” Tapi apakah benar kutipan fatwa dari kitab I’anatut Thalibin di atas dalam konteks mengharamkan tahlilan? Nah inilah yang seharusnya dipahami baik-baik. Mari kita urai dulu asal muasal ...

Kehidupan tidak seindah cocotnya motivator

Gambar
Kapanpun jika kamu merasa tertekan ingatlah!  Bagaimana bisa nabi nuh mengarungi kapalnya ditengah tengah ombak yang seperti gunung Bagaimana bisa nabi Ibrahim selamat dari kobaran api Bagaimana bisa nabi Yunus selamat dari perut ikan paus Bagaimana bisa nabi Musa membelah lautan dengan tongkatnya  Hal terindah tentang kelapangan terhadap allah adalah bahwasanya hal itu terjadi tatkala segala akal telah berhenti, sehingga tidak ada yang tersisa di hati seorang hamba kecuali allah. Waallahu a'lam.