MELEPASMU DENGAN SUMPAH
Aku hanyalah seorang pemuja Yang mengharapkan cinta terbalas dengan semestinya Tanpa ada yang berbeda Pun tanpa belas kasihan semata Tapi seiring waktu kusadari bahwa ini hanya Sebatas ekspetasi belaka Yang tak bisa kugapai dengan nyata Bahkan disetiap detiknya Tak kutemui makna hakikatnya Tidakkah kau ingat canda tawa yang kau beri malam itu Tidakkah kau ingat pertemuan ibu kala itu Kuakui permainanmu sungguh cantik Hingga mampu membuatku Merintih lirih dalam bilik Lanjutkan saja! Namun aku tak sanggup menahan wahai tuhan Jika ia menghendaki karma yang kelak akan Di teguk berupa penderitaan Hingga ia mati dalam kekalutan, Sedangkan aku menabur ingatan kelam di pemakaman Pergilah! Raih segala keinginanmu; Juga bahagiamu Ku temui dalam hatimu ada hatinya Ku sadari bahkan kau tak MENGHARGAI permohonan maafku Kau bilang kita baik baik saja Siapa sangka kau menghindarinya Aku tak akan mengganggu Sebab pada setiap putaran waktu bersamamu...