Perayaan Puncak Kebahagiaan





22 Januari 2023 adalah hari Wafat abu maulana hakim al ghifari. Para muhibbin beliau menggelar acara spesial dalam mengenang jasa beliau. Peringatan hari wafatnya disebut dengan lailatul Arust (malam pengantin). Karena beliau akan bertemu dengan Kekasih Yang Abadi.

Berikut puisinya;

Ketika aku mati
Ketika keranda jenazahku dibawa keluar
Jangan pikir aku akan merindukan dunia ini.

Jangan kau teteskan airmata
Jangan kau mengeluh atau menyesal
Aku tak jatuh ke dalam jurang yang gelap.

Ketika kau melihat jenazahku diusung
Jangan kau tangisi kepergianku
Aku bukannya pergi
Aku baru tiba menemui cinta yang abadi.

Ketika kau tinggalkan aku dikubur
Jangan kau ucapkan selamat tinggal
Ingatlah, kuburan itu hanya tirai
yang melindungi surga dibaliknya.

Kau hanya melihatku diturunkan ke liang lahad
Sekarang saksikanlah aku bangkit.

Mana mungkin ada pengakhiran saat matahari terbenam 
atau bulan tenggelam
Kau anggap itu pengakhiran bak terbenamnya matahari
Namun hakikatnya fajar yang bakal menjelma.

Ketahuilah, ketika kuburan mendakap dirimu
Saat itu jiwamu benar-benar bebas.

Apa kau pernah melihat benih yang jatuh ke bumi, 
tidak menumbuhkan kehidupan yang baru?
Mengapa kau ragu pada benih yang menumbuhkan manusia?

Apa pernah kau lihat timba yang diturunkan kedalam telaga, 
dinaikkan kembali tanpa ada apa-apa didalamnya?

Mengapa meratap untuk jiwa yang pergi?
Sedangkan dia akan kembali seperti Yusuf muncul dari telaga.

Ketika untuk kali terakhir kau mnutup mulutmu
Kata-kata dan jiwamu akan menjadi milik dunia
Yang padanya tiada sempadan ruang dan masa.


Teruntukmu aku sampaikan rindu ini lewat burung yang beterbangan di kepalaku berharap dia sampaikan rinduku ini kepada burung hijau yg beterbangan di surga, aku mencintaimu di segala ruang univers, guru saya gus giri fasya pernah dawoh dalam salah satu kajian kitab al hikam karya syeikh ibnu athoilah as sakandari beliau nukil “ bahwa sejatinya para orang orang sholih mereka sejatinya tidak mati tapi sejatinya mereka hidup” 


 وَلَا تَقُولُوا۟ لِمَن يُقْتَلُ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ أَمْوَٰتٌۢ ۚ بَلْ أَحْيَآءٌ وَلَٰكِن لَّا تَشْعُرُونَ

Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.
(Al Baqarah 2:154) 

Wallahua’lam bi asshowab.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MASIH DI TEMPAT YANG SAMA

MELEPASMU DENGAN SUMPAH

Surat Sunyi Kepada Tuhan