MELEPASMU DENGAN SUMPAH



 Aku hanyalah seorang pemuja 

Yang mengharapkan cinta terbalas dengan semestinya

Tanpa ada yang berbeda 

Pun tanpa belas kasihan semata



Tapi seiring waktu kusadari bahwa ini hanya 

Sebatas ekspetasi belaka

Yang tak bisa kugapai dengan nyata

Bahkan disetiap detiknya 

Tak kutemui makna hakikatnya


Tidakkah kau ingat canda tawa yang kau beri malam itu

Tidakkah kau ingat pertemuan ibu kala itu

Kuakui permainanmu sungguh cantik 

Hingga mampu membuatku

Merintih lirih dalam bilik


Lanjutkan saja!

Namun aku tak sanggup menahan wahai tuhan

Jika ia menghendaki karma yang kelak akan 

Di teguk berupa penderitaan

Hingga ia mati dalam kekalutan,

Sedangkan aku menabur ingatan kelam di pemakaman


Pergilah!

Raih segala keinginanmu;

Juga bahagiamu 

Ku temui dalam hatimu ada hatinya

Ku sadari bahkan kau tak MENGHARGAI permohonan maafku

Kau bilang kita baik baik saja 

Siapa sangka kau menghindarinya



Aku tak akan mengganggu

Sebab pada setiap putaran waktu bersamamu 

Kusadari bahwa aku hanya sebatas benalu yang tak tahu malu


Dan kini;

Aku kembali kepada hal yang di sebut ‘tahu diri

Membuat jiwaku memaki akal tanpa henti

Hingga berakhir mati ditenggut ekspetasi


Saat ini yang bisa kupercaya hanya secangkir kopi

Sebab tak pernah kutemukan kedustaannya atas pahitnya sendiri

Berbeda denganmu yang telah ingkar atas sebuah ikrar

Menanamkan luka pada jiwa yang terkapar


Tak adil rasanya jika luka dibalas maaf !

Namun kuakui bahwa kita adalah saling yang telah asing


Di penghujung rasa yang kian musnah 

Kulepaskan kau dengan sumpah billah

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MASIH DI TEMPAT YANG SAMA

Surat Sunyi Kepada Tuhan