Saat mimpi memeluk rindu
Seandainya sejak awal kutahu
bahwa mimpi adalah satu-satunya tempat
yang masih mempertemukan kita,
niscaya akan kututup kedua mataku
sepanjang usia.
Pada suatu malam,
engkau hadir dalam lelapku.
Seketika, segala duka yang lama bersemayam di dada luruh tanpa sisa.
Aku mengira kehadiranmu adalah kenyataan,
bukan sekadar bunga tidur
yang singgah sesaat.
Namun ketika fajar membangunkanku,
aku kembali dipeluk oleh perpisahan,
seolah kehilanganmu
harus kurasakan untuk kedua kalinya.
Sejak itu,
aku mencintai tidur,
bahkan pada waktu yang bukan semestinya,
hanya demi berharap
dapat bersua lagi denganmu
di alam mimpi.
Sebab mimpi-mimpi
selalu membisikkan
bahwa engkau masih dapat kutemui.
Ah, andai setiap mimpi memiliki wujud,
niscaya tak ada lagi perpisahan
yang harus kutangisi.
Komentar
Posting Komentar